Kebahagiaan itu nyata, bertanda senyuman
Kesedihan itu ada dikala tetesan air mata jatuh
Kesombongan yang terpancar dari kekecewaan
Perhatian yang penuh keegoisan
Menyambut kemenangan yang dirampas dari perjuangan yang melelahkan
Menahan langkah yang terjebak oleh imajinasi yang liar
Terhalang sempitnya ruang pembatas
Kayu persegi yang menjadi penyelamat menutup remuknya tubuh
Kesungguhan yang tidak sempat kau baca
Dari tatapan manjaku berusaha mencoba keluar dari perangkapmu
Menuju tempat-tempat pelarian terakhir yang menjadi tumpuan
Yang bersemayam dalam tubuh
Menyebarkan aroma yang khas dari cirinya
Tanpa sadar akan mengisi kembali ruang kosong itu
Yang dapat kau baca dari ekspresiku
Ejaan yang tak sempurna, mengaburkan makna itu
Tanpa kacamata pemahaman penuh ketulusan
Dikejauhan warna pelangi yang tak dapat kau tebak
Menimbulkan tanya mencari jawaban dari kata, terselip dusta dari harap jujurku
Namun, kau tak dapat mengenalinya dari gelisah
Memberi gambaran tanpa sentuhan jemari terampil penuh tinta warna
Namun dapat kau rasa dengan membacanya
Sabtu, 9 Juni 2012
Malam tanpa bintang tidak menyusutkan semangat untuk sang pemimpi dikala sinar lilin menerangi dan dimeriahkan paduan suara jangkrik yang bernyanyi ditengah kebisuan malam yang menunggu mentari menyambut pagi dengan semangat baru. '_'
Kamis, 14 Juni 2012
Kesalahan yang terulang
Kau membuat luka yang tak ingin kumiliki
Memaksaku menyimpannya dalam memori
Menyusutkan kepercayaan dalam tembok yang kuat
Terkikis oleh kesalahan
Kecewa itu membaringkanku ditepi ranjang
Mencoba melihat bahagia yang tersembunyi dalam simakan
Jurang itu tak dapat kulihat
Walau ku tahu ku tak sanggup keluar dari lubngnya
Mendengar panggilan manjamu yang menyejukkan
Mengalihkan sejenak dari salah yang menjadi tamu tak diundang
Memaksa masuk dalam kehidupan damaiku
Memintamu tuk mengajariku tidak mengulangnya
Cerita yang ku tunggu menjauh karena sadar dari salahku
Memuluskan kerutan dahi yang meminta jalan lurus
Menapaki jejak kepercayaan yang mulai sirna
Namun ku ingin kepercayaan itu tetap ada
Maafkanlah karena air mata itu
Jatuh sebelum penyesalan datang
Berlomba dengan amarah
Namun hati itu tulus memaafkan
Permintaan yang telah kau beri jawaban
Sesuai harapan hati yang bersalah
Meminta sikap tidak mengulang
Mengulurkan tangan perdamaian dan melukiskan senyum dibibir
Menyimpan harap
Kelak kesalahan itu menjauh dari kata, tingkah dan pandanganku
Sabtu, 9 Juni 2012
Memaksaku menyimpannya dalam memori
Menyusutkan kepercayaan dalam tembok yang kuat
Terkikis oleh kesalahan
Kecewa itu membaringkanku ditepi ranjang
Mencoba melihat bahagia yang tersembunyi dalam simakan
Jurang itu tak dapat kulihat
Walau ku tahu ku tak sanggup keluar dari lubngnya
Mendengar panggilan manjamu yang menyejukkan
Mengalihkan sejenak dari salah yang menjadi tamu tak diundang
Memaksa masuk dalam kehidupan damaiku
Memintamu tuk mengajariku tidak mengulangnya
Cerita yang ku tunggu menjauh karena sadar dari salahku
Memuluskan kerutan dahi yang meminta jalan lurus
Menapaki jejak kepercayaan yang mulai sirna
Namun ku ingin kepercayaan itu tetap ada
Maafkanlah karena air mata itu
Jatuh sebelum penyesalan datang
Berlomba dengan amarah
Namun hati itu tulus memaafkan
Permintaan yang telah kau beri jawaban
Sesuai harapan hati yang bersalah
Meminta sikap tidak mengulang
Mengulurkan tangan perdamaian dan melukiskan senyum dibibir
Menyimpan harap
Kelak kesalahan itu menjauh dari kata, tingkah dan pandanganku
Sabtu, 9 Juni 2012
Bagai Mawar yang duri Menyembunyikan Duri
Memancarkan keindahan dan wangi yang semerbak
Meramaikan tangan –tangan tuk menggapai
Merogok kocek tuk memiliki bunga pujaan para idaman
Pertanda cinta untuk sang kekasih
Berharap cinta bukanlah mimpi
Duri mengintip dari sehelai daun harapan
Mencari mangsa menoreh segores luka
Rasa sakit yang tak seberapa dibanding hati yang merana
Bagai siang yang ditutupi mendung saat jam berputar
Melelapkan diri dari panasnya sang penguasa siang
Tertipu yang menyisahkan sakit
Kekasih menjanjikan pelangi disiang hari
Kata sayang menjadi rayuan, salah tak dapat hentikan hati
Karena kesendirian menyiksa batin sang pecinta
Melukis kisah diantara dua hati yang menjadi kebanggaan mereka
Sang waktu mengungkap akhir cerita panjang menjadi sejarah
Kenangan itu menyambut lara dalam khayalan, kini jadi nyata
Tersimpan dilorong waktu yang mengantar pada zona terlarang
Menunggu kata yang berujung maaf dari penyesalan
Kepercayaan menjadi taruhan dari kerasnya ego
Penyesalan datang tidak tepat waktu, terlambat.
Sabtu, 9 Juni 2012
Jumat, 08 Juni 2012
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
(RPP)
| Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas : XI Semester : 1 Alokasi Waktu : 2 X40 |
A. STANDAR KOMPETENSI
Menulis: menggungkapkan pikiran, pendapat, dan informasi dalam penulisan karangan berpola deduktif
dan induktif.
B. KOMPETENSI DASAR
Menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan deduktif dan induktif
C. INDIKATOR
1. Kognitif
a. proses
• Menemukan kalimat yang mengandung gagasan utama pada paragra
• Menemukan kalimat penjelas yang mendukung kalimat utama
• Menemukan paragraf induktif dan deduktif
b. Produk
• Menentukan kalimat yang mengandung gagasan utama pada paragraph
• Menentukan kalimat penjelas yang mendukung kalimat utama
• Menentukan paragraf induktif dan deduktif
c. Psikomotor
• Menjelaskan perbedaan paragraf deduktif dan induktif
2. Afektif
a. Karakter
• tanggung jawab
• kritis
• disiplin
b. Keterampilan sosial
• Berbahasa santun dan komunikatif
• Partisipasi dalam (kerja sama) kelompok
• Membantu teman yang mengalami kesulitan
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Kognitif
a. Proses
Setelah membaca dan memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring, siswa secara berkelompok diharapkan dapat:
1. Menemukan kalimat yang mengandung gagasan utama pada paragraf
2. Menemukan kalimat penjelas yang mendukung kalimat utama
3. Menemukan paragraf induktif dan deduktif
b. Produk
B. KOMPETENSI DASAR
Menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan deduktif dan induktif
C. INDIKATOR
1. Kognitif
a. proses
• Menemukan kalimat yang mengandung gagasan utama pada paragra
• Menemukan kalimat penjelas yang mendukung kalimat utama
• Menemukan paragraf induktif dan deduktif
b. Produk
• Menentukan kalimat yang mengandung gagasan utama pada paragraph
• Menentukan kalimat penjelas yang mendukung kalimat utama
• Menentukan paragraf induktif dan deduktif
c. Psikomotor
• Menjelaskan perbedaan paragraf deduktif dan induktif
2. Afektif
a. Karakter
• tanggung jawab
• kritis
• disiplin
b. Keterampilan sosial
• Berbahasa santun dan komunikatif
• Partisipasi dalam (kerja sama) kelompok
• Membantu teman yang mengalami kesulitan
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Kognitif
a. Proses
Setelah membaca dan memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring, siswa secara berkelompok diharapkan dapat:
1. Menemukan kalimat yang mengandung gagasan utama pada paragraf
2. Menemukan kalimat penjelas yang mendukung kalimat utama
3. Menemukan paragraf induktif dan deduktif
b. Produk
Setelah menemukan hasil pencapaian tujuan proses di atas, siswa secara berkelompok
diharapkan dapat:
1. Menentukan kalimat yang mengandung gagasan utama pada paragraf
2. Menentukan kalimat penjelas yang mendukung kalimat utama
3. Menentukan paragraf induktif dan deduktif
2. Psikomotor
Setelah menentukan dan memahami hasil pencapaian tujuan produk di atas, siswa secara mandiri
diharapkan dapat:
1. Menjelaskan perbedaan paragraf deduktif dan induktif
3. Afektif
a. Karakter
Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam berperilaku
yang meliputi sikap
• tanggung jawab
• kritis
• disiplin
b. Keterampilan sosial
Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan kecakapan sosial yang meliputi:
• Berbahasa santun dan komunikatif
• Partisipasi dalam (kerja sama) kelompok
• Membantu teman yang mengalami kesulitan
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Paragraf yang berpola deduktif dan induktif
• Kalimat utama dan kalimat penjelas
• Perbedaan deduktif dan induktif
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan: Pembelajaran Kontekstual
2. Model Pembelajaran: Kooperatif Tipe STAD
3. Metode: tanya jawab, pemodelan, penugasan, dan unjuk kerja
G. BAHAN DAN MEDIA
• Wacana tulis (artikel)
• LKS
• Kertas HVS
H. ALAT
• Spidol
• Format evaluasi
• Pedoman penilaian dan penskoran
1. SKENARIO PEMBELAJARAN
| No | Kegiatan | Penilaian Pengamat |
| PERTEMUAN I (80 menit) | 1 2 3 4 | |
| A1 | Kegiatan Awal (15): Tahap 1 (5 menit): Pemancingan dengan mula-mula menanyakan kesiapan belajar siswa, lalu menanyakan pengetahuan dan pengalaman siswa tentang paragraf.
Tahap 2 (10 menit):
Pengarahan dengan mula-mula bertanya jawab tentang jenis-jenis paragraf
berdasarkan letak kalimat utamanya, kemudian diakhiri dengan penegasan
guru tentang tujuan pembelajaran yang harus dicapai dalam proses
pembelajaran pada pertemuan itu.
| |
| B1 | Kegiatan Inti (55 menit):(55 menit): guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, kemudian memberikan pemahaman kepada siswa mengenai paragraf deduktif dan induktif, serta perbedaan antara kalimat utama dan kalimat penjelas | |
| C1 | Kegiatan Inti (55 menit):(55 menit): guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, kemudian memberikan pemahaman kepada siswa mengenai paragraf deduktif dan induktif, serta perbedaan antara kalimat utama dan kalimat penjelas |
J. SUMBER PEMBELAJARAN
1. Wacana tulis
2. Materi Essensial MGMP Sekolah
3. Lembar Pegangan Guru
4. LKS 1 ; LKS 2
5. LP 1 ; LP 2
6. Silabus
K. EVALUASI DAN PENILAIAN
1. Evaluasi
a. Evaluasi Proses: dilakukan berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas peserta (siswa) dalam
menggarap tugas, diskusi, kegiatan tanya jawab, dan dialog informal.
b. Evaluasi Hasil: dilakukan berdasarkan analisis hasil pengerjaan tugas dan pengerjaan tes, dan
pengamatan unjuk keterampilan (performance)
2. Penilaian
a. Jenis Tagihan Penilaian: LKS 1 dan LP 1, LKS 2 dan LP 2, , LP 4, LP 5
1) Tugas Individu: menggunakan LKS 3 ; LP 3
b. Bentuk Instrumen Penilaian:
1) Uraian bebas
2) Jawaban singkat
3) Pilihan ganda
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XI/I
Standar Kompetensi : Membaca
Kompetensi Dasar : Menemukan perbedaan paragraf induktif dan deduktif melalui kegiatan membaca
intensif
LEMBAR PEGANGAN GURU
(LPG)
Paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos, “menulis di samping” atau “tertulis di samping“) adalah Unit terkecil sebuah karangan yang terdiri dari kalimat pokok atau gagasan utama dan kalimat penjelas atau gagasan penjelas. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi.
Syarat sebuah paragraf di setiap paragraf harus memuat dua bagian penting, yakni :
1. Kalimat utama
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir
paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya
berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk
kalimat penjelas.
2. Kalimat Penjelas
Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian dari kalimat
pokok suatu paragraf.
2. Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama
Letak kalimat utama juga turut menentukan jenis paragraf. Penjenisan paragraf berdasarkan letak kalimat utama ini terbagi atas 4 yakni :
a. Paragraf Deduktif
Paragraf dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat utama. Kemudian diikuti
dengan kalimat-kalimat penjelas yang berfungsi menjelaskan kalimat utama. Paragraf ini biasanya
dikembangkan dengan metode berpikir deduktif, dari yang umum ke yang khusus.
Dengan cara menempatkan gagasan pokok pada awal paragraf, ini akan memungkinkan gagasan
pokok tersebut mendapatkan penekanan yang wajar. Paragraf semacam ini biasa disebut dengan paragraf
deduktif, yaitu kalimat utama terletak di awal paragraf.
b. Paragraf Induktif
Paragraf ini dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan atau perincian-perincian, kemudian
ditutup dengan kalimat utama. Paragraf ini dikembangkan dengan metode berpikir induktif, dari hal-hal
yang khusus ke hal yang umum.
c. Paragraf Campuran (Deduktif-Induktif)
Pada paragraf ini kalimat topik ditempatkan pada bagian awal dan akhir paragraf. Dalam hal ini
kalimat terakhir berisi pengulangan dan penegasan kalimat pertama. Pengulangan ini dimaksudkan
untuk lebih mempertegas ide pokok. Jadi pada dasarnya paragraf campuran ini tetap memiliki satu
pikiran utama, bukan dua.
d. Paragraf Tersebar
Paragraf ini tidak mempunyai kalimat utama, berarti pikiran utama tersebar di seluruh kalimat yang
membangun paragraf tersebut. Bentuk ini biasa digunakan dalam karangan berbentuk narasi atau deskripsi.
DAFTAR PUSTAKA
Irawan, yudi (dkk). 2007. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia. Jakarta : Pusat Perbukuan
LEMBAR PENILAIAN
LP 1 : KOGNITIF PROSES
Pedoman Penskoran LKS 1
| No | Komponen | Deskriptor | Skor | Bobot | Skor x Bobot | Catatan |
| 1 | Menemukan kalimat utama dank alimat penjelas dalam paragraf | a.Dapat menemukankalimatutama dan kalimat penjelas pada semua paragraf. Hanya dapat menemukan kalimat utama dan kalimat penjelas pada beberapa paragraf . c.Tidak dapat menemukan kalimat utama dan kalimat penjelas dalam paragraf | 2 1 0 | 5 | ||
| 2 | Menemukan paragraf yangberpola deduktif dan induktif | a.Dapat menemukan paragraf yang berpola deduktif dan induktif pada semua paragraf b.Hanya dapat menemukan paragraf yang berpola deduktif dan induktif pada beberapa paragraf .
c.Tidak dapat menemukan paragraf yang berpola deduktif dan induktif pada semua paragraph
| 2 1 0 | 5 | ||
| jumlah |
Catatan : 0 = Sangat kurang 1 = kurang 2 = baik
Cara Pemberian Nilai
Rumus :
nilai = (skor perolehan siswa) X 100
(skor maksimum)
LP 2 : KOGNITIF PRODUK
Pedoman Penskoran LKS 2
| No | Komponen | Deskriptor | Skor | Bobot | Skor x Bobot | Catatan |
| 1 | Menentukan kalimat utama dan kalimat penjelas dalam paragraf | a.Dapat menentukan kalimat utama dan kalimat penjelas pada semua paragraf b.Hanya dapat menentukan kalimat utama dan kalimat penjelas pada beberapa paragraf . c.Tidak dapat menentukan kalimat utama dan kalimat penjelas dalam paragraf. | 2 1 0 | 5 | ||
| 2 | Menentukan paragraf yang berpola deduktif dan induktif | a.Dapat menentukan paragraf yang berpola deduktif dan induktif pada semua paragraf b.Hanya dapat menentukan paragraf yang berpola deduktif dan induktif pada beberapa paragraf . c.Tidak dapat menentukan paragraf yang berpola deduktif dan induktif pada semua paragraf | 2 1 0 | 5 |
Catatan : 0 = Sangat kurang 1 = kurang 2 = baik
Cara Pemberian Nilai
Rumus :
nilai = (skor perolehan siswa) X 100
(skor maksimum)
LP 3 = Psikomotor
Pedoman Penskoran LKS 3
Pedoman Penskoran LKS 3
| No | Komponen | Deskriptor | Skor | Bobot | Skor x Bobot | Catatan | ||||
| 1 | Menjelaskan perbedaan paragraf deduktif dan induktif | a.Dapat menjelaskan dengan sangat jelas dengan bahasa yang efektif dan santun. b.Dapat menjelaskan, namun dengan terbata-bata. c.Tidak dapat menjelaskan apa-apa. | 3 2 0 | 5 | ||||||
| Jumlah |
Catatan : 0 = Sangat kurang 2 = cukup baik 3 = baik
Cara Pemberian Nilai
Rumus :
nilai = (skor perolehan siswa) X 100
(skor maksimum)
LP 4 = Afektif : Perilaku Berkarakter
Petunjuk :
Berikan penilaian atas setiap perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut :
A = sangat baik B = memuaskan
C = Cukup baik D = kurang baik
Format Pengamatan Perilaku Berkarakter
| No. | Rincian tugas kinerja | Memerlukan perbaikan (D) | Menunjukkan kemajuan (C) | Memuaskan (B) | Sangat baik (A) |
| 1. | Tanggung jawab | ||||
| 2. | Kritis | ||||
| 3. | Disiplin |
| Hari/Tanggal |
| Guru/Pengamat (..........................) |
LP 5 = Afektif : Perilaku Keterampilan Sosial
Petunjuk :
Berikan penilaian atas setiap perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut :
A = sangat baik B = memuaskan
C = Cukup baik D = kurang baik
Format Pengamatan Keterampilan Sosial
| urutan | Rincian tugas kinerja | Memerlukan perbaikan(D) | Menunjukkan kemajuan(C) | Memuaskan(B) | Sangat baik (A) |
| 1. | Berbahasa santun dan komunikatif | ||||
| 2. | Partisipasi dalam (kerja sama) kelompok | ||||
| 3. | Membantu teman yang kesulitan | ||||
Hari/Tanggal :
Guru/Pengamat
(…………………..)
MEDIA PEMBELAJARAN
Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika mengenai permukaan bumi, energi berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan bumi. Permukaan bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagi radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun, sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini.gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi. Akibatnya panas akan tersimpan di permukaan bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsenterasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala mahkluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15°C (59°F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33°C (59°F) dengan efek rumah kaca (tanpanya suhu bumi hanya -18°C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan bumi). Akibatnya jumlah gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.
Kenaikan suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan.misalnya naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan
Beberapa hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi pada masa depan dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perbedaan politik dan publik di dunia mengenai tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut. Sebagian besar Negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Kendari, Desember 20
Mahasiswa KKP HARLINA, S.Pd
A R I S
NIP 197605292007012012 A1D1 07 105
Mengetahui,
Kepala SMA Kartika VII-2 Kendari
Drs. H. NP. DAHLAN
Kamis, 07 Juni 2012
ARTI KELUARGA
Keluarga tempat kita berkeluh kesah, tempat kembali dalam kepenatan aktifitas yang menumpuk
Menyambut dengan senyuman tulus sang penjaga hati dari rentetan masalah
Penjaga dari petugas polisi yang siap menjemput dalam pekatnya malam yang menyesakkan dada
Dikala teroris-teroris dalam pikiran berkecambuk mencari mangsa yang siap menggrogoti hati dan fikiran
Cobaan silir berganti menagih kerendahan hati dari panasnya sang pemberi kehidupan diwaktu siang
Ketakutan menyusuri lautan penyebrangan menuju pulau kasih-Mu
Sesat yang kan menunggu insan-insan yang kehilangan arah tanpa pelampung
Bagaikan petualang yang kehilangan kompas dalam kejamnya hukum rimba
Dunia yang menyilaukan bagi penafsir mimpi di siang hari tanpa sadar bumi selalu berputar pada porosnya hingga akhir kehidupan
Menyisahkan tanya dalam langkah tertatih kearah orang-orang bertakwa
Kembali pulang ke pangkuan keluarga yang tak tahu dalamnya perih hati yang tersirat dalam wajah
Hanya mencoba mengerti dalam setiap perkataan lembut dan perlakuan hangat
Reader garis-garis penghasilan dari padatnya penumpang metromini menuju tujuan hidup
Mereka hadir memberi jalan yang tersembunyi badai padang pasir
Membawa kembali menuju rumah impian yang setia menunggu penghuninya tanpa pernah protes ditinggal jarak yang tak terdeteksi sejauh mata memandang
Itulah gambaran keluarga
Jumat, 1 Juni 2012
Menyambut dengan senyuman tulus sang penjaga hati dari rentetan masalah
Penjaga dari petugas polisi yang siap menjemput dalam pekatnya malam yang menyesakkan dada
Dikala teroris-teroris dalam pikiran berkecambuk mencari mangsa yang siap menggrogoti hati dan fikiran
Cobaan silir berganti menagih kerendahan hati dari panasnya sang pemberi kehidupan diwaktu siang
Ketakutan menyusuri lautan penyebrangan menuju pulau kasih-Mu
Sesat yang kan menunggu insan-insan yang kehilangan arah tanpa pelampung
Bagaikan petualang yang kehilangan kompas dalam kejamnya hukum rimba
Dunia yang menyilaukan bagi penafsir mimpi di siang hari tanpa sadar bumi selalu berputar pada porosnya hingga akhir kehidupan
Menyisahkan tanya dalam langkah tertatih kearah orang-orang bertakwa
Kembali pulang ke pangkuan keluarga yang tak tahu dalamnya perih hati yang tersirat dalam wajah
Hanya mencoba mengerti dalam setiap perkataan lembut dan perlakuan hangat
Reader garis-garis penghasilan dari padatnya penumpang metromini menuju tujuan hidup
Mereka hadir memberi jalan yang tersembunyi badai padang pasir
Membawa kembali menuju rumah impian yang setia menunggu penghuninya tanpa pernah protes ditinggal jarak yang tak terdeteksi sejauh mata memandang
Itulah gambaran keluarga
Jumat, 1 Juni 2012
BERSAMAMU
Panjangnya hari takkan terasa lagi bila bersamamu seakan waktu cepat berlalu memisahkan kebersamaan yang terjalin
Melewati jalan-jalan setapak tanpa arah yang jelas
Hanya mengikuti irama langkah kaki yang membawa sebulir senyum dua hati yang tak lepas dari rona merah diwajah
Seakan burungpun ikut bernyanyi menyaksikan dua hati bagai bunga sakura yang mekar di musim semi
Memancarkan semerbak wangi bunga-bunga indah yang tak sempat digapai setiap insan
Nada-nada kasih selalu terdengar dalam detak jantung
Melewati hari seakan lama jika dalam penantian detik menunggu kabar pemilik hati
Melihat wajah yang telah terlukis dalam otak, tertulis nama direlung hati
Menulis kisah-kisah indah dalam lembaran kisah baru yang kelak menjadi kenangan
Menunggu satu kata yang dapat menyejukkan hati dikala sang surya memancarkan sinarnya
Kilauan cipratan kamera tak akan sanggup mengabadikan moment yang tak akan terulang
Gambar dalam selembar kertas menjadi saksi bisu lembaran cerita
Menyiratkan sebulir senyum bagi pemiliknya dan sebuah tanya bagi penikmat sketsa dalam selembar kertas
Hati melukiskan semua kisah yang tersimpan di memori otak diantara beribu data lainnya
Mesin waktu tak dapat merekam secara detail perjalanan dalam ingatku
Memanjatkan setulus doa kebersamaan ini kan menjadi anugerah yang dititipkan-Nya kepada insan dibumi
Kebersamaan yang entah sampai kapan akan bertahan dalam gelombang kehidupan yang menjanjikan harapan pasang surut
Kenangan terjawab dalam ingat dimasa depan dengan struktur berbeda
Menunggu lembaran akhir cerita .
Jumat, 1 Juni 2012
Melewati jalan-jalan setapak tanpa arah yang jelas
Hanya mengikuti irama langkah kaki yang membawa sebulir senyum dua hati yang tak lepas dari rona merah diwajah
Seakan burungpun ikut bernyanyi menyaksikan dua hati bagai bunga sakura yang mekar di musim semi
Memancarkan semerbak wangi bunga-bunga indah yang tak sempat digapai setiap insan
Nada-nada kasih selalu terdengar dalam detak jantung
Melewati hari seakan lama jika dalam penantian detik menunggu kabar pemilik hati
Melihat wajah yang telah terlukis dalam otak, tertulis nama direlung hati
Menulis kisah-kisah indah dalam lembaran kisah baru yang kelak menjadi kenangan
Menunggu satu kata yang dapat menyejukkan hati dikala sang surya memancarkan sinarnya
Kilauan cipratan kamera tak akan sanggup mengabadikan moment yang tak akan terulang
Gambar dalam selembar kertas menjadi saksi bisu lembaran cerita
Menyiratkan sebulir senyum bagi pemiliknya dan sebuah tanya bagi penikmat sketsa dalam selembar kertas
Hati melukiskan semua kisah yang tersimpan di memori otak diantara beribu data lainnya
Mesin waktu tak dapat merekam secara detail perjalanan dalam ingatku
Memanjatkan setulus doa kebersamaan ini kan menjadi anugerah yang dititipkan-Nya kepada insan dibumi
Kebersamaan yang entah sampai kapan akan bertahan dalam gelombang kehidupan yang menjanjikan harapan pasang surut
Kenangan terjawab dalam ingat dimasa depan dengan struktur berbeda
Menunggu lembaran akhir cerita .
Jumat, 1 Juni 2012
HARAPAN
Rasa yang bersemayam dalam dada selalu menguji keteguhan hati.
Jalan yang kupilih akhirnya melelahkanmu hingga jauh.
Membuatku semakin terpuruk dalam bayang itu, menuntun langkahku kembali dalam derasnya badai yang menutupi perjalanan.
Hingga langkah tak memiliki jejak, tertutup dari jangkauan mata manusia.
Malam yang dingin ku punguti rinduku padamu tanpa sadar mementoku menggelayut dalam fikirku.
Angin senja yang membawa padamu, disaat ingatmu.
Entah kan pupus di tengah jalan, ataukah lenyap tanpa seucap kata.
Dalam menempuh jalan yang terbata,entah akhir cerita kan menjawab mimpi.
Saat itu telah tiba, jauh dari iginku, juga mungkin inginmu.
Berharap bunga dalam tidurkan mengingat kisah ini.
Berharap teman datang menyapa membuyarkan lamunan tanpa ujung.
Di tengah kebingungan menata kata, dan keraguan jawaban hati.
Walau harapan tak kunjung datang menghampiri, namun bimbangku sirna menuju-Mu
Entah apakah inginnya hati yang masih menjadi teka-teki tanpa jawaban
Harapan yang dinanti, merindui senyum tanpa kata.
Pandangan yang mengisyaratkan makna yang tak sempat menjadi kata, hanya diam dalam fikir.
Kenangan yang tak dapat dimiliki, melukis sebulir senyun kecut dibibir .
Citaku yang kan terwujud dalam yakinku kelak.
Sekejap melupakan duri yang tak terdeteksi dalam medis.
Rasa yang telah menjadi menu dalam perjalanan setiap insan menjadi warna hidupku, hidupmu, dan hidup makluk-Nya.
Percayalah tak selamanya mendung mengisinkan hujan, kelak mendung menjadi suka diakhir penantian tulus.
Jumat,16 Mei 2012
Jalan yang kupilih akhirnya melelahkanmu hingga jauh.
Membuatku semakin terpuruk dalam bayang itu, menuntun langkahku kembali dalam derasnya badai yang menutupi perjalanan.
Hingga langkah tak memiliki jejak, tertutup dari jangkauan mata manusia.
Malam yang dingin ku punguti rinduku padamu tanpa sadar mementoku menggelayut dalam fikirku.
Angin senja yang membawa padamu, disaat ingatmu.
Entah kan pupus di tengah jalan, ataukah lenyap tanpa seucap kata.
Dalam menempuh jalan yang terbata,entah akhir cerita kan menjawab mimpi.
Saat itu telah tiba, jauh dari iginku, juga mungkin inginmu.
Berharap bunga dalam tidurkan mengingat kisah ini.
Berharap teman datang menyapa membuyarkan lamunan tanpa ujung.
Di tengah kebingungan menata kata, dan keraguan jawaban hati.
Walau harapan tak kunjung datang menghampiri, namun bimbangku sirna menuju-Mu
Entah apakah inginnya hati yang masih menjadi teka-teki tanpa jawaban
Harapan yang dinanti, merindui senyum tanpa kata.
Pandangan yang mengisyaratkan makna yang tak sempat menjadi kata, hanya diam dalam fikir.
Kenangan yang tak dapat dimiliki, melukis sebulir senyun kecut dibibir .
Citaku yang kan terwujud dalam yakinku kelak.
Sekejap melupakan duri yang tak terdeteksi dalam medis.
Rasa yang telah menjadi menu dalam perjalanan setiap insan menjadi warna hidupku, hidupmu, dan hidup makluk-Nya.
Percayalah tak selamanya mendung mengisinkan hujan, kelak mendung menjadi suka diakhir penantian tulus.
Jumat,16 Mei 2012
Langganan:
Postingan (Atom)